CHADO

MINUM TEH GAYA JEPANG









Upacara minum teh atau disebut chado awalnya berasal dari Cina. Minum teh dipercaya sebagai cara untuk menolong mereka yang ingin belajar meditasi agar mendapat ketenangan. Teh juga dianggap sebagai ramuan obat. Lalu pada akhir abad ke 15 upacara ini diadopsi oleh biksu Zen di Jepang.

Karena asal upacara ini dari biksu Zen, maka chado mengandung prinsip dasar Zen juga yaitu wa, kei, sei,dan jaku. Wa artinya keserasian antara sesame manusia, manusia dalam alam. Kei artinya rasa hormat. Sei artinya kemurnian atau jiwa yang bersih. Jaku artinya ketenangan pikiran. Singkatnya, dengan membuat teh, kita bisa menyatu dengan alam dan akan segera mendapatkan ketenangan.


Cara Minum Teh Gaya Jepang

  1. Chado dilakukan di chashitsu (ruang teh). Di tempat ini digelar sekitar enam tatami (tikar) dan di tengah ruangan ada lubang khusus untuk membuat teh. Posisi duduk para tamu pun ada aturan khusus sehingga kita tepa bisa melihat proses pembuatan teh itu.
  2. Penghidang chado selalu menggunakan kimono. Ada peralatan khusus untuk upacara ini. Yaitu chakin (serbet untuk mengelap), chawan (mangkuk teh), chashaku (sendok teh  dari bamboo), chanson (pengocok teh), dan natsume (wadah bubuk teh). Semua alat ini dibersihkan di depan tamu dengan menggunakan chakin dengan gerakan perlahan-lahan.
  3. Setelah semuanya siap, matcha (bubuk teh) disendokkan ke dalam mangkuk lalu air dituangkan ke dalam mangkuk.
  4. Lalu dengan menggunakan chason, teh dikocok perlahan sekitar 50 kali hingga berbusa. Teh siap dihidangkan.
  5. Setiap tamu dipersilahkan untuk meminum teh. Ada cara khusus untuk meminumnya. Pertama, antara tamu dan yang menghidangkan teh saling membungkukkan badan sebagai tanda hormat. Lalu kita memutar chawan dua kali. Dan kita harus meletakkan motif chawan pada posisi menghadap ke depan. Jangan sampai terbalik.
  6. Teguk teh hingga berbunyi sluurp. Itu artinya kita menikmati teh yang dihidangkan. Setelah selesai, letakkan chawan dan kita kembali membungkukkan badan sebagai ucapan terima kasih.
  7. Proses ini diulang sampai seluruh tamu mendapat giliran menikmati teh. Kita akan mendapatkan sebuah chamanju (kue manis) untuk menetralkan rasa pahit dari teh.

Dikutip dari majalah Kawanku No. 38-2009